Jejaring sosial Indonesia

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

PELUANG MENDAPAT SAHAM GRATIS MKM adalah situs jejaringan sosial mirip FACEBOOK, GOOGLE, YAHOO yg akan segera launching tgl 15 desember 2012 oleh karena itu, pada saat ini MKM menawarkan SAHAM GRATIS kepada anda dengan cara mendaftarkan nama anda di <a href="http://www.lukotoel.in/regis

Ayo bangkit Indonesia

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

Mau Bayar Uang Sekolah/Uang Kuliah Pakai Uang Sendiri !!!
SOLUSINYA ada pada Kami AYO BANGKIT INDONESIA
Dapatkan Penghasilan/Bulan Tanpa Modal
Daftar GRATIS sekali di

http://www.ayobai.com/rizky007

http://www.bosmobil.com/awards/registrasi_polling.html?ref=8201

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

WELCOME TO 2012 | INDONESIA CAR LIFESTYLE AWARD

INDONESIA CAR LIFESTYLE AWARD 2012 memilih mobil-mobil terbaik tahun ini. Mobil yang banyak mendapat perhatian dari jutaan pengunjung BosMobil.com, dan mobil-mobil yang paling cocok untuk berbagai gaya hidup, termasuk family car, work car, female car serta play car.

Kita tahu bahwa tidak semua pembeli memilih mobil hanya dengan acuan kategori seperti tersebut di atas. Tim kami melakukan pengujian dengan melakukan test-drive puluhan mobil, dan pengalaman-pengalaman dari repsonden yang kami temui. Penentuan mobil-mobil terbaik Indonesia Car Lifestyle Award 2012 akan kami helat pada tanggal 11 Juli 2012.
Indonesia Car Lifestyle Award
Vote, Share and Win!

Polling
Voting INDONESIA CAR LIFESTYLE AWARD

Pilih dan menangkan total hadiah sebesar 50jt dari INDONESIA CAR LIFESTYLE AWARD 2012 yang akan kami undi setiap bulannya selama polling berlangsung. Hadiah utama akan kami undi pada akhir voting.
silah kan klik dengan cara kopi paste link ini: http://www.bosmobil.com/awards/registrasi_polling.html?ref=8201

BreadTalk Halal ?

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized
Make Money 120x120

Ini penting kamu baca, terutama bagi kamu penikmat makanan di salah satu waralaba terkemuka di Indonesia, BreadTalk. Khususnya bagi kamu yang muslim. karena kehalalan suatu makan tentu menjadi prioritas dalam memilih makanan. berikut sebuah kutipan berita yang kami tangkap dari MUI Pusat.

Majelis Ulama Indonesia meminta masyarakat khususnya umat Islam, untuk mewaspadai kehalalan roti BreadTalk, yang saat ini belum juga mengajukan perpanjangan sertifikat kehalalannya.“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kehalalan produk BreadTalk sampai ada kepastian status halalnya, “ kata Direktur Lembaga Pengkajian Pengan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Nadratuzzaman Hosen dalam pernyataan persnya, Selasa(8/4).Menurutnya, BreadTalk sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI pada 22 September 2005, namun sertifikat ituhanya belaku hingga 22 September 2007. Dan sejak berakhirnya sertifikat halal tersebut, pihak sudah melayangkan surat untuk perpanjangan dan tes kehalalannya kembali oleh MUI.

“Namun sampai saat ini, kami belum menerima balasan dari surat itu, dan tidak ada niat baik perusahaan tersebut untuk memperpanjang sertifikat halalnya, “ jelasnya.

Lebih lanjut Nadratuzzaman mengatakan, atas dasar itu maka kehalalan produk roti dari PT Talkindo Selaksa Anugerah patut dipertanyakan dan diragukan untuk dikonsumsi masyarakat muslim.

Ia menyesalkan, tindakan mengulur waktu yang dilakukan oleh produsen roti BreadTalk, dengan tidak mengindahkan surat yang dilayangkan MUI dan aspirasi umat Islam yang menayakan kehalalan status makanan itu.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak bisa memaksa produsen roti Bread Talk untuk memperpanjang sertifikasi kehalalannya. Karena belum ada legalitas yang mengatur agar MUI untuk melakukan itu.

“Karena belum ada UU-nya. Saat ini, pengajuan halal itu dilakukan sukarela. MUI tidak bisa melakukan pemaksaan, ” ujar anggota Komisi VIII DPR DH Al-Yusni.

Menurutnya, kewenangan yang hanya bisa dilakukan MUI sebatas memberikan pernyataan kepada publik bahwa sertifikat halal yang pernah diberikan MUI pada September 2005 telah kadaluarsa, sehingga masyarakat meski berhati-hati. (novel/lppom)

sorry now I did not fill out the article on this blog, but I’m switching to fill the article in sahabatbelajar.wordpress.com

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

sorry now I did not fill out the article on this blog, but I’m switching to fill the article in sahabatbelajar.wordpress.com

Kenali Kriteria Dapur Sehat

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

Kenali Kriteria Dapur Sehat

 

Dapur Sehat, Keluarga Sehat
Dapur adalah bagian rumah yang tidak kalah penting untuk selalu di rawat. Hal ini dikarenakan ruangan tersebut mempunnyai peranan penting untuk mengolah makanan bagi seluruh anggota keluarga. Ada baiknya bagi kita untuk memperhatikan tentang apa saja yang ada di dapur serta bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan diri dan keluarga. Untuk itu kita perlu mengetahui empat kriteria dapur yang sehat, yang dikutip dari www.ideaonline.co.id :
1. perhatikan unsur penghawaan.
Usahakan dapur memiliki sirkulasi pertukaran udara yang baik mengingat polusi udara dari kegiatan memasak.
2. perhatikanlah aspek pencahayaan dalam dapur.
Usahakan dapur dalam keadaan terang dengan intensitas cahaya yang cukup.
3. pilihlah material yang ramah lingkungan untuk furnitur dapur, perangkat memasak, juga elemen dekoratif di dapur.
4. perhatikan dekorasi dapur Anda.
Memberi sentuhan yang berbeda seperti penataan kitchen set membuat dapur jadi tempat menyenangkan.

Dapur adalah bagian rumah yang juga harus selalu dirawat. Hal ini dikarenakan ruangan tersebut mempunyai peranan penting untuk mengolah makanan bagi seluruh anggota keluarga.

Maka dari itu, ada baiknya bagi kita untuk memperhatikan tentang apa saja yang ada di dapur serta bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan diri dan keluarga. Dibawah ini ada empat kriteria dapur yang sehat  yang dapat anda terapkan dirumah, seperti dikutip dari www.ideaonline.co.id :

1. Perhatikan unsur penghawaan.

Usahakan dapur memiliki sirkulasi pertukaran udara yang baik mengingat polusi udara dari kegiatan memasak.

2. Perhatikanlah aspek pencahayaan dalam dapur.

Usahakan dapur dalam keadaan terang dengan intensitas cahaya yang cukup.

3. Pilihlah material yang ramah lingkungan untuk furnitur dapur, perangkat memasak, juga elemen dekoratif di dapur.

4. Perhatikan dekorasi dapur Anda.

Memberi sentuhan yang berbeda seperti penataan kitchen set membuat dapur jadi tempat menyenangkan.

(Syahidah)

sumber:  http://www.voa-islam.com/muslimah/health/2011/09/04/16005/kenali-kriteria-dapur-sehat/

Menonton Film Kartun Merusak Memori Anak

Author: akuingintahu  |  Category: remaja, Uncategorized

Mulai sekarang, batasilah saat buah hati anda yang masih balita untuk menonton kartun cepat. Hal ini ternyata merugikan kemampuan mereka dalam berkonsentrasi dan memecahkan teka-teki berbasis logika. Parahnya, satu penelitian menyebutkan kebiasaan ini juga bisa merusak memori jangka pendek mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia di AS ini melibatkan 64 anak yang secara acak dibagi dalam tiga kelompok.

Satu kelompok diminta secara khusus menonton sembilan menit n kartun SpongeBob SquarePants yang populer, di mana perubahaadegan terjadi pada rata-rata setiap 11 detik.

Kelompok lain mengamati kartun pendidikan dengan perubahan adegan rata-rata setiap 34 detik, sedangkan kelompok terakhir diizinkan untuk menggambar.

Setelah itu anak-anak kemudian diminta untuk menyelesaikan berbagai tes. Yang pertama, tes teka-teki, dan tes yang kedua adalah tes mengikuti petunjuk.

“Anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun cepat.”

Hasilnya, terlihat kelompok anak yang sebelumnya diminta untuk menonton kartun lebih lambat menyelesaikan berbagai tes, bila dibandingkan dengan kelompok yang menonton kartun yang lambat dan kelompok yang menggambar.

“Percobaan memperlihatkan anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun. Bahkan ada temuan yang didukung penelitian lain yang menemukan efek jangka panjang akan fakta negatif ini,” tutup salah satu peneliti Dr Angeline Lillard.

(sydh/Tn)

sumber:  http://www.voa-islam.com/muslimah/education/2011/09/14/16120/menonton-film-kartun-merusak-memori-anak/

Konsep Rosululloh tentang Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

Ada banyak konsep yang disampaikan oleh berbagai kalangan untuk mendongkrak produksi pertanian dalam negeri. Namun, ternyata Rosululloh memiliki konsep untuk mengatasi krisis pangan yang terjadi jauh-jauh hari sebelum Thomas Robert Maltus mengeluarkan teorinya. Beliau memberikan perintah kepada masyarakat untuk senantiasa mengelola tanah yang dimilikinya sehingga setiap jengkal tanah yang ada akan termanfaatkan. Bahkan beliau memberikan ‘reward’ kepada seseorang sebidang tanah mati bagi penggarapnya.

Barangsiapa menghidupkan lahan mati maka lahan itu untuk dia(HR. Abu Dawud dan Aththusi)

Saat ini, begitu luasnya lahan mati _tidak termanfaatkan_ oleh manusia sehingga banyak juga petani yang enggan untuk mengelola lahan miliknya. Saya pikir, persoalan sederhana seperti ini yang menjadi penyebab semakin menurunnya produksi pertanian nasional. Memperhatikan kondisi ini, Pemerintah berusaha untuk melakukan ekstensifikasi lahan pertanian dengan terus menambah lahan pertanian. Namun, muncul masalah baru yakni begitu banyak pula lahan yang dialihfungsikan menjadi lahan industri dan pemukiman.

Dalam Politik Ekonomi Islam, masyarakat ‘dipaksa’ untuk melakukan kegiatan pertanian seperti menaman tanaman pangan, beternak atau membuat tambak-tambak ikan. Sikap tegas Pemerintah ketika menuntun masyarakat dalam bertani menjadi jalan untuk mendorong meningkatnya produksi pertanian. Ternyata, selain masalah lahan dan teknologi, kondisi sosial budaya menjadi faktor penting dalam menentukan arah politik pertanian. Masyarakat saat ini cenderung tertarik bekerja di sektor industri dan jasa dibandingkan sektor pertanian. Begitu banyak pemuda desa yang berurbanisasi ke perkotaan dan enggan untuk bertani seperti orangtuanya.

Di era globalisasi saat ini, masyarakat diajak untuk melirik sektor industri dan jasa serta melupakan sektor pertanian. Pembentukan pola pikir menjadi hal penting untuk merubah orientasi kerja masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika sektor industri mulai melemah maka sektor jasa menjadi alternatif untuk mencari kerja. Sektor jasa komunikasi dan keuangan menjadi primadona para pencari kerja karena ternyata sektor ini mampu bertahan di era krisis ekonomi yang sedang terjadi.

Pola penyebaran penduduk yang tidak teratur bisa diatasi dengan ‘pemaksaan’ Pemerintah kepada masyarakat dalam mengelola tanah miliknya. ‘Pemaksaan’ yang dimaksud bukanlah bentuk pemaksaan fisik dan intimidasi tetapi berupa dorongan sosial untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak harus pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Pemerintah harus bisa menjelaskan hikmah-hikmah dibalik ‘pemaksaan’ ini.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan merasakan dengan nyata bahwa sektor pertanian dapat menjadi alternatif ketika kondisi ekonomi sedang mengalami kesulitan. Kita tidak bisa terus menyalahkan Pemerintah karena tidak bisa menyediakan beras murah padahal kita sendiri yang tidak mau mengelola lahan-lahan kosong yang terlantar begitu saja. Bahkan parahnya lagi, banyak pemilik lahan yang menyewakan lahannya pada orang lain untuk sekedar dijadikan kawasan wisata.

Dalam pandangan Islam, tanah bukanlah investasi untuk dimiliki dan ditelantarkan begitu saja. Tanah adalah aset berharga yang harus dikelola dan sentiasa termanfaatkan sehingga roda ekonomi akan terasa walaupun sedikit. Masyarakat pun senantiasa terdorong untuk beraktifitas di lahan mereka dan enggan memberikannya kepada orang lain karena bila sebidang lahan tidak dikelola dalam waktu tiga tahun maka tanah tersebut akan diberikan kepada orang yang siap mengelolanya.

Yahya bin Adam meriwayatkan melalui sanad Amru bin Syu’aib mengatakan:

“Rosululloh saw. telah memberikan sebidang tanah kepada beberapa orang dari Muzainah atau Juhainah, kemudian mereka menelantarkannya, lalu ada suatu kaum menghidupkannya. Umar berkata: ‘Kalu seandainya tanah tersebut pemberian dariku, atau dari Abu Bakar, tentu aku mengembalikannya, akan tetapi (tanah tersebut) dari Rosululloh saw.’ Dia (Amru bin Syuaib) berkata; “Umar mengatakan:’Siapa saja yang mengabaikan tanah selama tiga tahun, tidak dia kelola, lalu ada orang lain mengelolanya, maka tanah tersebut menjadi miliknya.”

(Politk Ekonomi Islam, Abdurrahman Al-Maliki)

Memang, ambruknya sektor pertanian di negeri ini karena ada banyak faktor kebijakan yang keliru. Namun, hal itu tidak menjadi satu-satunya faktor menurunnya produksi pertanian dalam negeri. Faktor terpenting adalah melemahnya hasrat masyarakat dalam mengelola lahan pertanian. Ada banyak kemungkinan penyebab hal ini, diantaranya:

Pertama, pola pikir masyarakat digiring untuk melupakan sektor pertanian sejak usia dini. Sebaliknya, pendidikan di negeri ini lebih mengenalkan sektor industri sehingga Sekolah Kejuruan menjamur dimana-mana.

Kedua, masyarakat tidak mampu mengenal potensi pasar produk pertanian dan terjebak dengan sikap bertani ‘alakadarnya’. Sikap ini berpengaruh pada generasi berikutnya dimana mereka tidak bisa melihat dengan nyata peluang usaha pertanian.

Ketiga, masyarakat belum bisa membedakan dengan nyata pola hidup usaha pertanian _notabene di desa_ dengan kehidupan perkotaan. Jika, masyarakat bisa merasakan pola hidup hemat dan bersahaja ala petani maka banyak penduduk yang kembali ke desa dan menghidupkan lahannya yang sudah lama terlantar.

Dari sekian banyak kemungkinan, namun yang pasti faktor sumber daya manusia adalah faktor utama menurunnya produk pertanian kita. Alam negeri ini yang begitu melimpah tidak akan pernah berharga bila kita tidak berusaha untuk mengelolanya. Untuk itu, sudah seharusnya generasi negeri ini diperkenalkan dengan kondisi alamnya sendiri. Mereka jangan diberi harapan semu tentang ‘pertumbuhan industri’ atau ‘kekuatan ekonomi kerakyatan’ jika mereka tidak mau diajak ke ladang untuk sekedar mencangkul dan bercocok tanam. Ajak anak-anak kita ke sawah dan libatkan mereka dengan dunia petani maka mereka akan merasakan indahnya bersatu dengan alam.

Generasi yang dibutuhkan negeri ini adalah generasi yang punya pandangan ke depan dan tidak banyak mengeluarkan ‘teori-teori kosong’. Tembok-tembok ‘pemikiran barat’ hanya akan menjadi penghalang bagi kemajuan mereka. Mereka terlalu jauh melihat indahnya negeri orang padahal negerinya sendiri begitu indah. Kalau tidak indah, kenapa negeri ini selalu menjadi rebutan?

sumber; http://duniatani.wordpress.com

Perbedaan itu Indah……

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

Assalamualaikum kawan-kawanku…

Alangkah indahnya jika di taman bunga kita  terdapat bunga – bunga yang bermekaran yang tentunya berwarna – warni. Meskipun berbeda jenis, tentunya dengan perpaduan yang indah dan cantik akan dapat menghasilkan perpaduan yang sangat bagus. Begitu juga dengan perbedaan – perbedaan yang ada di dunia ini, terdapat berbagai macam perbedaan yang ada… Misalkan : ada orang kaya, ada juga orang miskin…. ada orang pandai dan ada juga orang bodoh…

Namun janganlah kita menyesali atau mempersalahkan perbedaan – perbedaan tersebut. Alangkah indahnya bila perbedaan tersebut kita pahami dan kita jadikan sebagai potensi bagi terwujudnya persatuan. Ketahuilah, kita berbeda, tapi sama – sama ciptaan-Nya. Bener khan…????

Sudah cukup kita saksikan dan rasakan betapa tindakan – tindakan yang tidak bijaksana. Bahkan anarkis, tidak akan menyelesaikan masalah. Hal – hal tersebut malah hanya menambah masalah. Tindakan – tindakan yang membuat kerusakan tersebut, dimana pun dan kapan pun, hanya menimbulkan beragam masalah, baik diduga atau tidak. Iya khan…….

Janganlah akibat suatu perbedaan kita malah mendzalimi satu sama lain. Kejadian apa pun yang telah menimpa negeri ini sudah semestinya menjadi pelajaran bagi kita, khususnya kita sebagai generasi muda penerus bangsa. Di antara yang bisa kita ambil hikmahnya adalah kita harus mempunyai tekad yang sama untuk membangun kebersamaan di negeri tercinta ini. Jangan biarkan kekerasan menjadi solusi dari permasalahan yang ada.

Lebih dari itu, masalah yang sedang menimpa kita merupakan bagian dari karunia Allah SWT yang dapat membuat kita lebih maju, lebih beradab, dan lebih kuat dalam menghadapi masa yang akan datang, sepanjang kita menyikapinya dengan cara yang benar. Orang yang imannya kukuh tidak pernah menganggap kejadian tersebut merugikan. “Saat diberi nikmat kita bersyukur karena syukur itu adalah kebaikan. Saat diberi ujian kita bersabar, sabar itu pun adalah kebaikan”. Kerugian hanya milik orang yang tidak mempunyai keyakinan kukuh dan akhlak mulia.

Perbedaan tersebut tidak perlu disalahkan. Yang salah adalah bila kita tidak bisa menyikapi perbedaan. Bukankah Allah menciptakan keindahan itu justru dari perbedaan? Indahnya kebersamaan justru kalau kita dapat merasakannya sebagaimana kita melihat suatu ‘Rangkaian Bunga’, dalam sebuah rangkaian, kita dapat menemukan bunga berwarna cokelat, merah, jingga, atau merah muda. Semua warna itu berpadu memberikan semburan nuansa indah yang memikat mata untuk melihat. Ya! Kita melihat keindahan justru melalui perbedaan. Karena Perbedaan Itu Indah…….

Lantas, mengapa negeri kita harus tercabik – cabiks atu sama lain hanya akibat perbedaan??????? Sadarilah!! Negeri kita sakit (kebanyakan masalah) bukan karena perbedaan, tetapi karena kita belum bisa menyikapi perbedaan. Karena itu, dalam kesempatan kali ini, kita, Insya Allah akan mencoba menggali rumus sederhana dalam upaya membuat ‘Rangkaian Bunga’ yang indah dari perbedaan.

Oh ya…. yang perlu kita ketahui… Allah SWT membuat perbedaan juga ada tujuannya lho…??? Mau tahu… Diantaranya : meningkatkan status kita sebagai makhluk sosial, dimana kita tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain…misalnya saja, kalau gak ada perbedaan dimana orang kaya dan miskin, mana ada orang yang mau beramal sholeh, mana ada pengemis – pengemis di jalanan, mana ada orang yang kaya dan selalu menindas orang yang lemah atau miskin…. Juga dengan adanya perbedaan status sosial, pasti ada maling, orang yang korupsi, pencopet, pengemis dan masih banyak lagi deh….!!!! Dengan adanya hal tersebut, juga memberikan nafkah bagi para polisi, jaksa, Lembaga Tinggi Negara, yang mana menggantungkan hidupnya dari kesalahan yang diperbuat oleh seseorang, dan Nasib sial seseorang….. He.. he.. he… (kaya’ orang kecopetan ??? ya khan…).

Makanya, hal tersebut menjadi tantangan bagi kita Umat Muslim dan yang lainnya untuk menyikapinya dengan sebaik mungkin, dengan cara Kita harus mulai melihat perbedaan tersebut dengan menyadari bahwa perbedaan itu pasti ada, bahkan harus ada, kita harus senantiasa memahami perbedaan yang ada, Sejak saat ini, kita harus belajar memaklumi setiap perbedaan yang ada diantara kita, Perbedaan tak jarang membuat adanya ketersinggungan. Karena itu, kita harus mampu memberikan keluasan maaf, kadang, perbedaan memang tidak selalu baik. Tapi, di situlah diperlukan kemauan untuk memperbaiki, bukan menyalahkan.

Lha apakah tindakan kita selanjutnya????

sumber:  http://bagdemagus.wordpress.com

Kekuatan Dalam Kedamaian Sebuah Memaafkan

Author: akuingintahu  |  Category: Uncategorized

Walaupun Allah telah banyak menjelaskan dalam firman- firman Nya, bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah memaafkan kesalahan orang lain, namun dalam prakteknya memaafkan adalah bukan perkara yang mudah. Bahkan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa dan dalam suasana ‘Idul Fitri, ketika manusia yang lain larut dalam suasana saling memaafkan, ternyata masih tersisa jiwa- jiwa yang merasa berat untuk memaafkan sesamanya.

Masih ingatkah kita akan kisah Abu Bakar As-Shiddiq yang pada suatu hari bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah bin Atsatsah, salah seorang kerabatnya? Begitu berat kenyataan itu bagi beliau karena Misthah bin Atsatsah telah ikut menyebarkan berita bohong tentang putri beliau yaitu siti Aisyah. Tetapi Allah yang maha Rahman melarang sikap Abu Bakar tersebut, sehingga turunlah ayat ke-22 dari surah An-Nur.

“Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan mem beri (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berla pang dada. Apakah ka mu tidak ingin agar Allah meng ampunimu? Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur: 22).

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar melakukan sebuah hal mulia kepada orang yang pernah berbuat dosa kepada diri kita, yaitu memaafkan.Dan sebuah kemaafan masih belum sempurna ketika masih tersisa ganjalan, apalagi dendam yang membara didalam hati kita.

Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Dan sebuah keberuntungan ketika kita mengikhlaskan hati menerima Islam sebagai jalan hidup, yaitu berarti kita tertuntun sebagai manusia yang senantiasa membawa berkah dan kedamaian bukan hanya untuk diri kita namun juga semua makhluk disekitar kita. Salah satu kebesaran kedamaiannya akan merujuk pada setiap jiwa yang dengan rela memaafkan. Hal itu juga akan melingkupi batin manusia lain yang ada disekitarnya.

Dan di hari yang fitri ini, sudah ringankah hati kita untuk menghantarkan maaf dan membalas orang- orang yang telah dengan sengaja atau tidak menyakiti hati kita?

Tak perduli siapapun dan bagaimanapun kita sekarang, namun satu yang pasti, kerendahan hati kita untuk memaafkan dan meminta maaf mencerminkan ketinggian dan keluhuran budi sebagai manusia.

Berikan senyum dan jabat tangan orang yang meminta maaf dengan ikhlas kepada anda, begitupun sebaliknya. Jangan biarkan kekerasan hati hadir sebagai pembatas dan pemungkas semua keikhlasan kita untuk menuju kesucian diri.

Jangan biarkan hati dikuasai ego dan emosi, apalagi hanya sekedar kepentingan duniawi. Betapa indah hari yang fitri, sebagai nikmat dan karunia Ilahi yang tiada batas, yang terikat dalam jalinan silaturahmi.

Jika hari raya hanya sekedar basa basi senyum dan keramahan dan hanya merupakan sekedar formalitas pengisian sebuah momen, tanpa hadirnya kemaafan yang datang dengan ringan mengalir dihati, lalu dimanakah letak kemenangan sesungguhnya atas penguasaan dan kontrol diri kita?

Untuk apa kita harus dengan detail membuat neraca kesalahan orang lain sehingga hal tersebut malah semakin menggambarkan kekerdilan jiwa kita. Bukankah tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini?

Memaafkan ibarat bunga yang melepaskan keharumannya, pada kaki seseorang yang telah menginjaknya. Keharumannya tidak akan terbuang percuma, dan bahkan mungkin penyesalan yang akan melingkupi hati manusia yang telah menyia-nyiakannya.

Sifat mudah memaafkan dan meminta maaf hanya dimiliki oleh hamba- hamba yang terpilih karena keluasan hati mereka yang pastinya sangat membahagiakan, bukan hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi makhluk disekitar mereka.

Memaafkan adalah rejeki. Setidaknya dengan memaafkan, relasi kita tidak pernah berkurang. Ini berarti perantara kita mendapatkan rezeki juga tidak pernah berkurang. Bahkan rezeki dari Allah Subhanahu Wata`ala adalah sebagian besar melalui perantaraan dari orang lain.

Semoga Allah menggolongkan kita atas hamba- hamba Nya yang berhati lembut karena mudah tersadar atas kesalahan diri dan ringan dalam meminta maaf. Dan semoga kita tergolong hamba- hamba yang berjiwa besar karena keluasan hati kita dalam memaafkan saudara- saudara kita yang telah menyakiti kita. Aamiin.

(Syahidah/voa-islam.com)

sumber: www.voa-islam.com